Ayahku


hello dear 🙂

*ehem* disini aku mau cerita sedikit tentang seseorang yang sangat berjasa dalam hidup kita, biasa kita sebut bapak, ayah , papa, abah atau apapun panggilannya jelas beliau adalah orang yang kita sayang

really, i miss you :’)

DULU aku menganggap sosok ayah itu sebagai seorang yang kadang nyebeliiiin banget, orang yang sukanya  marahin kita kalo pulang malem, ngelarang kita maen sepulang sekolah, ngelarang pacaran, ngelarang nonton konser ,inilah itulah. dan aku menganggapnya udah kayak bodyguard yang ‘guard’ banget deh pokoknya.

lalu dengan kesalnya (baca: sekarang sangat menyesal) aku ngedumel dalam hati “kenapa sih,aku punya ayah kayak gini? kenapa ayahku gak kayak ayahnya dia yang ..blaa.blaaaa..blaa” dan segala jenis keluh kesah yang lain

the day, begin

SUBUH

“tok!tok!tok!!! dek, bangun sholat subuh!!! tok..tok..tok..!! dek bangun! sholat dulu! ” NAH INI NIH yang bikin aku kesel tiap pagi, disuruh sholat subuh,padahal lagi enaknya berselimut ria,

“toktoktok!!” akhirnya ayah masuk dan membuka surga selimutku, *brrrr~ dingin tauk! (batinku) oke, dengan berat hati aku ambil air wudhu-sholat kilat-tidur lagi.

“heh heh ,ngaji dulu! tidurnya nanti lagi” *kalo ngaji kapan aku tidurnya -_- ,oke aku mengaji sambil terkantuk-kantuk dan tidur dipagi hari? itu hal yang sulit kulakukan. tapi aku sudah terbiasa ubtuk hal semacam ini.

DZUHUR

“Tiiin tiin” aku dijemput, goodbye friend i should to go home right now 🙂 kelayapan setelah pulang sekolah itu sangat dihindarkan kecuali kalau malam minggu. hell yeah, anak sekolah .

sampai dirumah, turun dari mobil. melihat mobil bergerak mundur tanda aku ditinggalkan dirumah dengan mbak-mbak yang beresin rumah, “yeah, i’m free without your rule dad” tapi tetap saja ,rutinitasnya adalah Sholat-dzuhur- doin’ anything i wanna do” .

ASHAR

“tin!tin!” bunyi klakson dua kali itu pertanda bahwa kegiatan pekerjaan orang tuaku sudah berakhir jam 16.00 . kalau sudah begini yaa aku langsung beresin semuaa yang aku berantakin, minimal jadiin agak enak dipandanglah, dan tentunya pura-pura  ambil air wudhu, biar gak dimarahin gitu . “huh, cepet banget sih pulangnya”

MAGHRIB

“ayo tv nya dimatiin dulu, sholat maghrib!” . Well, TV non-aktif dan semuanya langsung ambil persiapan sholat maghrib berjamaah, dengan sedikit ksal karena tv dimatikan mendadak aku melakukan rutinitas ini. “padahal lagi asyik banget kartunnya :(” batinku sih bilang gitu. oke sholat maghrib berjamaah berjalan dan dilanjutkan dengan mengaji.

06.30

nonton tv aaah~

*tiba-tiba terdengar dari suara kamar ayahku*

“ayo belajar dulu, nanti nonton tv-nya habis isya!”

wow wow wow, aku banting pintu kamar (bantingnya gak keras soalnya takut) dan aku belajar (kalo lagi moood) ,kadang juga nge-hidupin tv tanpa volume suara dikamar *kamardikunci* arrgh!!!! kapan aku bisa bebas!!

PLEASE! DON’T LEAVE ME!

ISYA

“sholaat!!!ayo isya dulu !!!” -rutinitas, aku lakukan.

19.25

“ayah mau kemana?”

“mau badminton”

“mau aku bikinin minum apa?”

“aqua campur energydrink itu aja”‘

…………………………………………………..

“assalamualaikum,berangkat dulu”

daaaaaaaaaaaan perasaanku mulai ganjal, tapi aku benar-benar tak menanggapinya

20.00

aku tidur awal, masih dalam remote tv di genggamanku dan kasur dan segala perangkat tidur lainnya.

*tiba-tiba*

-kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!!-  tak ada yg mengangkat telfon, aku hendak beranjak ,tapi deringan telfon itu berhenti.

*lagi*

kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! kring!!!! – baru aku hendak berbaring lagi ibuku berteriak dari kamarnya

“Lia!!! cepat ganti baju, ayah jatuh!”

FEEL SO LOST 😥

*DEG* speechless, cepat cepat aku ganti bajuku dan naik mobil menuju RS untuk mengetahui apa yang terjadi,

selama dalam perjalanan, ibuku hanya terdiam dan berdo’a. aku sama sekali tidak berani untuk bertanya, pikiran aneh-aneh mulai membayangiku, aku hampir menangis, tapi aku tahan, karena aku tak mau membuat ibuku panik.

aku tahu betul kegelisahan ibuku, beliau mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan ia hampir tak memperdulikan rambu lalu lintas, sempat beberapa klakson terdengar membentak mobil kami, karena ibuku yang “ngawur” banget nyopirnya.

08.20

aku sampai di RS ! Itu!! itu mobil yang ayah pakai waktu berangkat tadi, tapi…. mana ayahku? kenapa orang-orang menangis?! aku mulai tak bisa menahan air mata yang aku tahan sedari tadi. aku beranikan untuk masuk ruangan bertirai hijau itu.

itu…. itu ayahku, iya dia ayahku

aku dapatkan alm. terbaring pucat di tempat tidur pasien, dalam posisi tangan diatas perut, sudah ditali dengan kain tipis, aku lihat saudaraku sudah menangis memeluk ayahku yang terbujur kaku itu, aku tak bisa berkata apapun, tangisan ibuku pecah, semua yang ada dalam ruangan itu -menangiis- aku terduduk dalam tangisanku, nama ayah selalu aku panggil sambil menangis, walaupun aku tahu itu tak akan membuat ayah kembali. kulihat satu persatu kerabat karib alm datang – melihat keadaan ayahku – mereka menangis – itu memberikan aku isyarat bukan hanya aku dan keluargaku yg merasakan kehilangan, tapi kerabatnya pun juga begitu.

entah berapa lama aku terduduk menangis dilantai RS itu, aku masih ingat ketika aku menangis ,ada seseorang yang memelukku ari belakang dan memberikan nasihat “liaa, yang sabar yaa.. doa untuk alm ayah kamu, jangan nakal ya… ” dan masih banyak lagi yang dia bicarakan tapi aku sudah terlalu tuli untuk mendengar kata-kata itu, aku hanya berusaha meyakinkan diriku bahwa ini hanyalah mimpi. aku lihat seluruh orang yyang ada di ruangan ini, mereka nyata. dan aku tahu, ini bukan mimpi. ini sama sekali bukan mimpi!

aku masuk mobil jenazah ,bersama ibuku. ibuku terus berdoa dan aku enggan berkata-kata.

rumah yang baru aku tinggal kurang dari 1 jam tadi sudah berubah menjadi ramai, saudara,tetangga, semuanya berkumpul memberi tanda belasungkawa. aku diam, sakit, pedih rasanya menerima kenyataan ini.

Proses pemandian jenazah,aku tak mau ketinggalan, aku rasakan betul dinginnya tubuh ayahku. air mataku kembali mengucur,lalu aku putuskan untuk masuk kamar. menenangkan diri, dan sampai akhirnya aku tertidur di ruang tamu, dimana ayahku, ibuku, dan kakak-kakakku berrada. kebersamaan kami untuk terakhir kalinya

pemakaman ayahku, dilaksanakan pagi esok.

dad, i love you

PAGI 12 APRIL 2006

Rumah kami semakin ramai dikunjungi para pen-takziah , aku hanya bisa tersenyum betapa banyaknya yang menyatakan bela sungkawa mereka, aku menyadari bahwa ayahku adalah orang yang di sayangi oleh teman-temannya.

Shalat jenazah, ya, aku mengikutinya. saat doa aku masih bisa mendengar jelas suara ayahku. aku tak tahu apa itu hanya halusinasiku. tapi aku yakin beliau masih disisi kami 😥

proses pemakaman

hari itu sedikit mendung, sesuai dengan suasana hatiku yang “abu-abu”

aku berangkat menuju tempat pemakaman lebih dulu, mobil jenazah alm ayahku masih jauh dubelakang karena banyaknya kendaraan yang lalu lintas.

setibanya di  pemakaman

Hatiku Pedih, Sakit , melihat ayahku yang jasadnya tak akan pernah aku lihat lagi,seumur hidupku.

AKU SADAR, APA YANG TELAH AKU NILAI TERHADAP AYAHKU ITU SALAH!

Mulai dari SUBUH ,aku yang dulu mengharapkan beliau tidak akan membangunkanku untuk sholat dan mengaji, sekarang dan selamanya aku tak akan pernah lagi dibangunkan olehnya.

DZUHUR, aku yang dulu senang karena beliau pergi kerja lagi,kali ini beliaubenar-benar tidak akan kembali untuk memarahiku karena tingkahlakuku yang tidak sesuai dengan aturan

waktu ASHAR ,yang dulu aku berpura-pura bersikap baik, hanya karena tidak ingin dimarahi, sekarang aku menyesal karena tidak akan bisa memberikan kesan baik yang tulus untuk beliau 😦

adzan MAGHRIB ,aku yang dulu sangat malas untuk sholat berjama’ah, kini aku tidak akan lagi merasakan sholat yang dipimpin oleh orang yang sangat berjasa dalam hidupku.

finally ISYA , inilah waktu  terakhirku bersama beliau. waktu dimana kami telah ‘selesai’ menjalankan kewajiban 5 waktu kami. dimana ayahku telah selesai menjalani kehidupan di dunia ini, dimana ia telah memberikanku banyak pelajaran untuk hidup. memberikan kasih sayang yang aku salah artikanselama ini.

Ayah, terimakasih telah mengasuhku selama ini, Ayah, maafkan aku yang selalu berbuat salah, maafkan aku .. maafkan aku ayah 😥

” Ya Allah, ampunila segala dosa-dosa ayahku ya Allah, Terimalah segala amal kebaikannya ya Allah, Hindarkan beliau dari percikan api neraka,siksa neraka,siksa kubur Mu yang kejam ya  Allah. Berikanlah beliau kenikmatan surgaMu ya allah, berikanlah beliau tempat terbaik di sisiMu ya Allah, jaga beliau ya Allah. lalu kumpulkanlah kami kembali pada beliau kelak di surga,

Amin :)”

Advertisements

20 thoughts on “Ayahku

  1. menyesal itu kadang d perlukan seseorang agar kedepan nya bisa lebih baik, menyesallah karena terlambat berbuat baik.
    tunggu film kami GALAU PRODUCTION yg berjudul “Cara Ayah Mencintaiku” setelah pengumuman LA Indie Movie Fest…

  2. jummm,terharu akuu
    yang sabar yaa :)) buat bangga ayahmu di sana jum, berbuat baiklah ke semua orang, jangan sombong di dunia inii

    #chilezz

  3. ada 4 hal yg aku dpt dr km lia..
    1.perkataan yg telah terucap tidak bisa kita raih kembali
    2.kesempatan tidak datang untk ke dua kali nya
    3.penyesalan pasti datang terakhir
    4.seorng ayah tidak akan ada dendam pada anaknya wlpon anaknya membuat kslhan yg besar

  4. I could stay awake, just to hear you breathin’
    Watch you smile while you are sleepin’,
    while your’re far away dreamin’.
    I could spend my life, in this sweet surrender
    I could stay lost to this moment, forever
    Every moment spent with you, is a moment I treasure

    I don’t wanna close my eyes,
    I don’t wanna fall asleep,
    ’cause I miss you, baby,
    and I don’t wanna miss a thing
    ‘Cause even when I dream of you,
    the sweetest dream would never do,
    I’d still miss you, baby,
    and I don’t wanna miss a thing

    Lying close to you, feelin’ your heart beatin’,
    and I’m wonderin’ what you’re dreamin’,
    wonderin’ if it’s me you’re seein’.
    And then I kiss your eyes, and thank God we’re together
    I just wanna stay with you, in this moment forever
    Forever and ever

    I don’t wanna miss one smile,
    I don’t wanna miss one kiss,
    I just wanna be with you,
    right here with you, just like this.
    I just wanna hold you close,
    I feel your heart so close to mine,
    And just stay here in this moment,
    for all the rest of time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s