TERDIAM


jadi pada suatu sore, saya berkunjung ke makam alm ayah kandung saya (alm Markhaban) . Saya mengajak adik saya (Mona) yang baru berusia 3 tahun kemarin november. Ayah saya meninggal pada tahun 2006. Disana saya membersihkan rumput dan bunga-bunga kecil yang tumbuh di atas makam . Lalu adik saya yang belum mengerti apa apa itu bertanya

” Mbak Lia, Pak Markhaban mana to? ”

aku terdiam, lalu Mona bertanya lagi

” Mbak , Pak Markhaban mana to ?

aku jawab ” Ya didalem too” . kataku sambil memnunjuk makam

“Ngapain ??” kata Mona

” Ya tidur too, dek Mona ” aku tersenyum

” Mbok dibangunin mbak Liaaa ” Kata dia lagi

Entah lebai apa gimana , Luka menganga ini kembali terasa sakitnya, rasanya pengen nangis waktu Mona tanya kayak gitu.

ini luka yang gak akan pernah sembuh.

sincerely

Lailia Tantri Zulaeha 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s